kup-rembang02

Pemkab Rembang Belajar KUP ke Kudus

Kudusnews-Sejak ditunjuk sebagai pilot project pelaksanaan kredit usaha produktif (KUP), Kudus seolah menjadi kiblat percontohan implementasi kredit tanpa agunan tersebut. Setelah sempat beberapa kali diundang sebagai narasumber/pembicara pada beberapa acara, Bupati Kudus H. Musthofa kedatangan tamu yang ingin meniru Kudus tentang aplikasi KUP secara nyata.

Sebagaimana yang berlangsung di pendopo belakang kabupaten Kudus, Jumat (29/5), Bupati Rembang Abdul Hafidz bersama sejumlah kepala SKPD dan camat bersilaturahmi untuk belajar tentang KUP. Di tempat itu mereka diterima bupati Kudus bersama sekretaris daerah (sekda) beserta asisten sekda, kepala SKPD terkait, dan perwakilan Bank Jateng Cabang Kudus.kup-rembang04Acara yang berlangsung sore hari terlihat gayeng dan akrab. Meski dalam suasana santai, namun tidak mengurangi esensi kunjungan tersebut. Bupati Kudus memaparkan tentang KUP secara komplit mulai dari proses lahirnya KUP hingga implementasinya di lapangan. Dikatakannya, bahwa KUP lahir dari gagasan Presiden RI Joko Widodo mengenai kredit bagi pelaku UMKM.

Setelah beberapa kali bertemu dengan orang nomor satu di republik ini, H. Musthofa yang akrab disapa Kang Mus itu akhirnya dipercaya untuk mengaplikasikan KUP di Kudus sebagai pilot project nasional. Nantinya jika implementasi di Kudus berhasil, maka akan dilaksanakan secara nasional. Karena ini sangat pas bagi pelaku UMKM yang feasible namun tidak bankable.

”Potensi pelaku UKM di Indonesia khususnya di Kudus ini sangat besar. Namun banyak di antara mereka yang tidak tersentuh perbankan. Maka, KUP akan menjembatani mereka dalam permodalan,” ujar H. Musthofa sore itu.

Lebih lanjut bupati Kudus mengatakan, bahwa ini merupakan solusi dalam peningkatan produktivitas usaha kecil sehingga akan meningkatkan taraf hidupnya. Selain itu, KUP bisa memperluas lapangan pekerjaan yang secara otomatis akan mengurangi pengangguran. Menurutnya, inilah tanggung jawab pemerintah daerah bagi peningkatan kesejahteraan masyarakatnya.

”Indikator keberhasilan kita dalam memimpin suatu daerah adalah menurunnya angka kemiskinan yang dibarengi peningkatan kesejahteraan masyarakatnya,” tegasnya.kup-rembang02Bupati yang sudah kali kedua memimpin Kudus ini juga berpesan agar dalam aplikasi di lapangan jangan memikirkan hasil yang didapat bagi pejabat birokrasinya. Karena proses KUP dari awal hingga akhir merupakan kewajiban yang dilakukan dengan keikhlasan dan ketulusan bagi kepentingan masyarakat.

”Ini adalah investasi akhirat. Jadi laksanakan dengan ikhlas. Mari kita bangkitkan perekonomian masyarakat melaui KUP ini,” imbuhnya.

Adanya perubahan pola pikir dan edukasi masyarakat juga merupakan salah satu tujuan KUP ini. Karena masyarakat lebih dipahamkan akan tugas dan tanggung jawabnya terhadap pinjaman dan angsuran tiap bulannya. Jika ini berjalan secara baik dengan pengawasan dan pembinaan dari pemerintah daerah dan pihak bank, maka peningkatan kesejahteraan bukanlah hal mustahil untuk dicapai.(RG)