IMG_5722

KUP Mendorong Tumbuh Kembang UMKM

Kudusnews-Peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pengentasan kemiskinan menjadi fokus pemerintah dalam memajukan negeri ini. Khususnya dalam peningkatan ekonomi kerakyatan. Karena itu merupakan pilar utama penyangga ekonomi nasional. Untuk itulah berbagai upaya dilakukan dalam mewujudkannya.

Kini, terobosan baru ditempuh pemerintah dengan meluncurkan Kredit Usaha Produktif (KUP). KUP ini merupakan pinjaman tanpa agunan bagi pelaku usaha mikro dan kecil. Karena banyak di antara para pelaku UKM yang tidak tersentuh perbankan. Ini disebabkan pada umumnya pinjaman ke bank memerlukan agunan/jaminan.

IMG_5722

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, KUP telah di-launching di Kudus pada Selasa (10/3) lalu, sebagai pilot project nasional. Nantinya keberhasilan KUP di Kudus akan diberlakukan secara nasional sebagaimana harapan presiden RI Jokowi. Bupati Kudus H. Musthofa terus mensosialisasikan KUP ini, sebagaimana disampaikannya dalam seminar nasional KUP di Bank Jateng, Semarang, Kamis (2/4).

Dalam paparannya, bupati menyampaikan bahwa KUP ini gagasan Presiden RI yang harus kita dukung untuk menumbuhkembangkan UMKM. Karena ini menjembantani para pelaku usaha mikro dan kecil yang tidak tersentuh perbankan. Selain itu, dirinya ingin mengedukasi masyarakat tentang kesadaran dalam membayar pinjaman.

”Bahwa selama ini pelaku usaha dianggap memiliki kesadaran rendah dalam pengembalian pinjaman. Dengan KUP ini kita akan ubah untuk lebih bertanggung jawab terhadap kewajibannya,” terang bupati.

Bupati yang juga pengusaha ini menjelaskan bahwa KUP dibagi dalam empat kategori dengan maksimal pinjaman hingga Rp. 20 juta. Plafond pinjaman ini dikenali dengan kartu KUP yang diterima. Kartu merah maksimal pinjaman Rp. 5 juta, hijau maksimal Rp. 10 juta, biru maksimal Rp. 15 juta, dan abu-abu maksimal Rp. 20 juta.

”Ada proses yang jelas untuk menerima kartu KUP ini. Verifikasi dan validasi data dilakukan mulai dari tingkat RT. Sehingga penerima pinjaman jelas orangnya dan jelas usahanya,” tambahnya.

Sementara itu, Arif seorang penjual kerudung sebagai salah seorang pelaku UKM di Kudus yang telah merasakan pinjaman KUP ini mengaku bisa mengembangkan usahanya. Bahkan dia kini bukan hanya menjual saja, melainkan kini telah memulai untuk memproduksi kerudungnya. Dia berharap ke depan usahanya lebih maju.

Seminar yang mengambil tema “Peran KUP Memperbesar Tumbuh Kembang UMKM” ini juga dihadiri pakar ekonomi Unika Soegijopranoto Andreas Lako, Deputi Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM Chairul Djamhari, dan Direktur Utama Bank Jateng Supriyatno. Mereka turut hadir sebagai pembicara dalam seminar ini.

Lako mengatakan bahwa potensi UMKM di Jawa Tengah sangat besar. Namun sesuai hasil risetnya menunjukkan salah satu kendala pengembangan usaha ada pada permodalan yang terkait dengan pinjaman perbankan.

Sementara Supriyatno menyambut baik konsep KUP ini. Dia mengapresiasi program ini karena implementasinya dengan bottom up. Terlebih adanya pilot project terlebih dahulu sebelum di-launching secara nasional. Pihaknya siap mendukung keberhasilan KUP ini.

Hal senada juga disampaikan Chairul, Kementerian Koperasi dan UKM menyambut baik KUP. Apalagi nantinya sangat mendukung untuk tumbuh kembang adanya UMKM di Indonesia secara luas. Sehingga cita-cita mensejahterakan masyarakat dengan pengentasan kemiskinan dan peningkatan produktivitas usaha bisa terwujud secara nyata.